Daftar dokumentasi

Dokumentasi

Gunakan task list, database schema, ekspor, dan riwayat sesuai kebutuhan.

Fitur lanjutan

Gunakan fitur lanjutan setelah PRD utama sudah sesuai. Memisahkan tahap produk dan tahap teknis menjaga dokumen tetap mudah dipahami serta mengurangi pekerjaan yang belum dibutuhkan.

Task list

Task list memecah PRD menjadi pekerjaan implementasi. PRD Studio lebih dahulu membuat parent tasks agar kamu dapat meninjau urutan dan scope sebelum subtasks dihasilkan.

Periksa apakah parent task mengikuti perjalanan produk, bukan sekadar daftar halaman. Setelah disetujui, subtasks sebaiknya cukup kecil untuk dikerjakan dan diuji secara terpisah.

Database schema

Gunakan Buat skema database ketika produk sudah mendekati tahap implementasi. Hasilnya berisi rancangan PostgreSQL seperti tabel, kolom, relasi, constraint, dan index berdasarkan keputusan dalam PRD.

Schema adalah titik awal teknis, bukan perintah untuk langsung mengubah database production. Developer tetap perlu memeriksa autentikasi, ownership data, row-level security, migrasi, dan kebutuhan performa.

Edit dan ekspor

Editor memungkinkan koreksi langsung pada Markdown. Tombol Salin menyalin isi dokumen, sedangkan Unduh .md menyimpan file yang dapat dimasukkan ke repository atau alat dokumentasi.

Gunakan Salin untuk coding agent jika dokumen akan langsung diberikan kepada agent karena salinan tersebut menyertakan instruksi handoff.

Riwayat dokumen

Riwayat yang terlihat oleh pengguna disimpan pada browser perangkat yang digunakan. Riwayat tersebut tidak otomatis berpindah ke perangkat lain dan dapat hilang ketika data browser dibersihkan.

PRD Studio juga dapat menyimpan data operasional di server untuk pengelolaan layanan. Menghapus riwayat browser tidak otomatis menghapus salinan server. Lihat halaman Privasi & Bantuan untuk penjelasan lebih lanjut.